Dharmaduta Award

Ehipassiko Foundation menganugerahkan DHARMADUTA AWARD setiap 3 bulan kepada para pejuang Dharma di Indonesia atas pelayanan, pengabdian, dan komitmen seumur hidup mereka kepada Dharma.

Bentuk penghargaan yang diberikan Ehipassiko Foundation:

  1. Dharmaduta Award dalam bentuk lukisan potret-diri kepada Dharmaduta terpilih.
  2. Dana Rp8.000.000 untuk mendukung aksi Dharmaduta terpilih.
  3. Publikasi Dharmaduta Award melalui:


DHARMADUTA AWARD 4: RAMA ARY SUNARKO

Handaka Vijjananda menyerahkan Dharmaduta Award berupa lukisan potret-diri kepada Rama Ary Sunarko di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, JakPus, 18 Sep 2011.

Dharmaduta Award ke-4 dianugerahkan dengan penuh bakti kepada Rama Ary Sunarko, Dharmaduta di Semarang atas pelayanan, pengabdian, dan komitmen seumur hidupnya kepada Dharma.

Duta Dharma sepuh ini lahir di Tanjung Balai Karimun, 21 Juni 1949. Aktif berceramah sejak 1970, pernah mengajar di Sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha (1983), mendirikan Teater Swastika Budaya, dan mengajar meditasi di: Wonosobo, Purwokerto, Pati, Ampel, Kudus, Mojokerto, Palembang, Muara Bungo, Kuala Tungkal, Padang, Medan, dan Lampung. Saat ini beliau tinggal di Semarang, mengajar di STIAB Smaratungga Ampel, STAB Jinarakkhita Lampung, dan menjadi Dewan Pengawas Majelis Buddhayana Indonesia.

Kapan pertama kali Rama mengenal Buddhadharma?
Tahun 1966 ketika kelas 1 SMA. Saya merasa agama Buddha bisa dirasakan manfaatnya saat kini juga dan banyak mengupas kehidupan. Saya langsung tertarik dengan meditasi. Waktu itu saya sudah meditasi sendiri.

Kapan Rama mulai berniat menjadi Duta Dharma?
Saya mulai aktif di wihara pada 1969. Saya menjadi Ketua Pemuda dari 1970-1980. Di sana saya banyak belajar agama Buddha. Selama 5 tahun, saya mengisi ceramah Dharma tiap minggu. Tahun 1980 saya menjadi pembina dan melintas ke MBI.

Setelah lama belajar dan mengajar Dharma, apa prinsip Rama?
Saya lebih berprinsip pada belajar dan mengajar. Dengan mengajar, kemampuan kita akan berkembang. Pada 1983, saya dan teman-teman mulai mengajar di Sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha, lalu kami membuka sekolah di Ampel. Saya juga mendirikan Teater Swastika Budaya. Kalau ada kegiatan Waisak atau diundang ke daerah, kami pentas. Melalui teater ini, kami banyak belajar.

Bagaimana pengalaman Rama ketika menjalani operasi otak?
Belum lama saya jatuh dari kursi karena salah satu kaki kursinya patah, kepala saya terbentur dinding. Ternyata ada pendarahan otak dan besoknya saya langsung dioperasi. Dokter bilang daya tahan saya kuat, sehingga dalam 4 hari saya boleh pulang. Namun 3 minggu kemudian, saya mengalami pendarahan kembali. Saya harus dioperasi lagi dan istirahat selama 4 bulan. Setelah keluar dari rumah sakit, saya mulai ke bepergian lagi. Dalam menghadapi sakit, badan boleh sakit, tapi batin tidak boleh sakit. Seberat apa pun, harus bisa rileks. Selama di rumah sakit, saya terus melakukan meditasi berbaring dan relaksasi, diselingi baca buku Dharma. Saya tidak banyak berpikir, sehingga bisa pulih lebih cepat.

Bagaimana cara Rama mengajar dan apa yang terpenting dari meditasi?
Dalam meditasi, kita mengembangkan pemusatan batin sekaligus penyadaran. Misalnya kita mengambil obyek Buddha. Pikiran terpusat pada Buddha, membayangkan diri kita menyatu dengan Buddha. Yang kedua, kita juga menyadari dan merasakan cinta kasih Buddha, sekaligus menyatu dengan sifat luhur-Nya. Yang ketiga adalah relaksasi. Tiga hal ini yang dilakukan bersama. Semua hal bisa dijadikan obyek. Dengan relaksasi, energi badan menguat, dengan pemusatan, energi batin menguat. Dengan kesadaran, spiritual meningkat.

Seusia ini, apa yang ingin Rama lakukan untuk Buddhadharma?
Justru saya tidak ingin apa-apa. Saya hanya menjalani saja selama masih ada tugas. Kalau kita ingin macam-macam, ujung-ujungnya kecewa. Kita hanya menjalani saja, mengalir saja. Sekarang ini dibutuhkan bimbingan meditasi, ya saya jalani itu saja. Yang penting kita tetap belajar, melatih diri, sehingga bekal kita makin bertambah.

DHARMADUTA AWARD WINNERS


Dharmaduta Award 4
Rama Ary Sunarko
Semarang
18 Sep 2011

Dharmaduta Award 3
Rama Ombun Natio
Medan
23 Maret 2011

Dharmaduta Award 2
Rama Cornelis Wowor
Jakarta
13 Feb 2011

Dharmaduta Award 1
Rama Sudharma S.L.
Padang
12 Des 2010